Silakan hubungi kami
Pondok Avicenna, Jl. Taman Pemuda no. 2 Cirebon 45132, Jawa Barat,
HP : 085315093972, 081395924474
Pin        : 79DDD375, 292C73EA
* Kost Harian: Rp 125.000,-/hari, Kost Bulanan: Silakan hubungi kami

Inilah Suka Duka Nge-kost

Bagi anak kos atau bagi mereka yang sudah pernah ngekos, banyak pengalaman-pengalaman yang cukup berkesan tentunya, walaupun ngekos hanya sebulan - 2 bulan, setidaknya ada beberapa pengalaman yang menyisakan kesan di benak Anda kan? Hmm ... ternyata ngekos itu susah-susah senang, penuh suka duka!

Agar lebih enak, kita ngomongnya ke hal-hal yang enak lebih dulu lah, siapa sih yang gak mau hidup bebas? Jauh dari pengawasan orang tua, gak pengen diatur ini-itunya, kos lah yang menjadi salah satu jalan untuk menempuhnya.

Salah satu yang ditawarkan dari hidup ngekos adalah kebebasan. Bebas bisa diartikan beraneka ragam. Sebagi contoh bebas bergaul kapanpun dimanapun. Asal kita bayar uang kos ke pemilik kos, kita bebas pulang kapan saja, tak ada jam malam (jam malam berlaku hanya untuk menerima tamu), kita nongkrong sampai jam berapapun gak ada yang melarang.

Bebas dari kekangan orang tua. Di kos bakal tidak ditemui pengawasan langsung dari orang tua. Sangat manusiawi jika orang tua sangat mengawasi anak mereka, orang tua hanya berkeinginan agar anaknya menjadi orang yang baik dan benar, tapi kadang pengawasannya terlalu overprotektif sehingga menyebabkan sang anak terkekang. Di sinilah letak tantangannya, orang tua dituntut untuk percaya penuh kepada sang anak, sementara sang anak dituntut untuk menjalankan amanah dan kepercayaan orang tua.

Ngekos = belajar mandiri. Ini bisa dikatakan enak atau gak enak, perlu adaptasi terlebih dahulu. Hidup ngekos, merantau ke kota orang, kita dituntut mandiri, apapun dilakukan sendiri, kita yang awalnya nyuci bisa dicucikan pembantu di rumah kini kita harus meluangkan waktu untuk mencuci baju atau menyisakan uang buat biaya laundry. Kita yang biasa makan tinggal ambil di dapur, kini harus memasak sendiri atau pergi ke warung terdekat, bagi perempuan mungkin sudah terbiasa dengan aktivitas mencuci atau memasak, tapi bagi para lelaki? hmm ... daripada repot-repot cuci atau memasak mending laundry atau pergi ke warung saja deh. Kalau masak sendiri pun biasanya serba instant kan? Mie instant adalah menu utama tentunya, disini gizi yang tidak menjamin. Tak heran jika maag dan typhus adalah penyakit khas anak kos.

Belum lagi kalau ibu kos cerewet. Dimarahin ibu kos hampir pernah dialami rata-rata anak kos, masalah terkadang sepele, lupa matikan kran air kamar mandi lah, merokok, membawa teman kos sampai terlalu malam, atau telat bayar uang kos.

Kalau sakit gak ada yang ngerawat. Teman satu kos juga tidak 24 jam bisa menemani kita. Beda kalau di rumah, ada ibu yang merawat dan menjaga kita 24 jam layaknya kita kecil dahulu.

Anak kos harus pandai-pandai ngatur uang, hindari gali lobang-tutup lubang. Jangan sampai menerapakan kehidupan yang Senin makan Selasa puasa, Rabo ngutang Kamis dibayar. Kita ambil hikmahnya saja, semestinya dari awal hidup ngekos kita harus pintar mengatur keuangan, karena ngekos menjadi awal untuk hidup mandiri menuju kehidupan berkeluarga.

Pesan kita, dengan hidup ngekos pilihan ada dua, Anda bisa hidup mandiri atau jadi orang rusak. Jangan terpengaruh dengan kehidupan bebas sebebas-bebasnya, manage diri dengan baik, tetap ikuti norma dan jalan lurus yang ada. Bebas bukan berarti mengikuti alur yang tidak sehat, tetap jaga kepercayaan orang tua, tetap jalani amanah yang ada.

Artikel Lainnya :
eXTReMe Tracker